Saudara-saudaraku, Rakyat Pelestina di Gaza
Kusadari dan kupahami nasib kalian
Kalian tak obahnya bagaikan ikan kekeringan dalam baskom
Tak bisa lari kemana-mana hanya menunggu waktu
Kalian ulurkan tangan ke luar baskom
Tapi,
manusia-manusia di luar baskom adalah manusia-manusia tak bermata
manusia-manusia tak bertelinga
manusia-manusia tak berhati
manusia-manusia tak bertangan
Saudara-saudaraku, Rakyat Pelestina di Gaza
Kalian harus bersatu berjuang
Keluar dari baskom dan pemilik baskom
Jangan biarkan kalian berdiam diri menunggu maut datang
Maut itu pasti datang pada kita
Tapi kapan, dimana, dengan apa datangnya, seorang pun tak tahu
Jangan kuatirkan maut itu datang, dan
Kalian tak perlu takut melawan kekejaman dan kezaliman
Tegakkan kembali harkat martabat dan harga dirimu, Rakyat Pelestina
Mari berjuang sampai maut itu datang menghampiri
Saudara-saudaraku, Rakyat Pelestina di Gaza
Kalian tidak berdiri dan berjuangsendiri,
kami anak Bangsa Indonesia dan Saudara-Saudara kalian anak Bangsa lainnya di sampingmu
Kami, anak Bangsa Indonesia selalu berada di belakang kalian, Rakyat Pelestina
Kami akan selalu mendukung setiap pergerakan perjuangan kalian, Rakyat Pelestina
Kami akan selalu membantu kalian, Rakyat Pelestina, dalam setiap tindakkan melawan Zionis Israel
Kami akan selalu berdoa kepada Allah Yang Maha Besar untuk selalu melindungi Rakyat Pelestina
dari kekejaman Zionis Israel dan sekutunya
Kami selalu menyampaikan permohonan kepada Allah Yang Maha Kuat
untuk memberikan kekuatan pada Rakyat Pelestina menghadapi kezaliman Zionos Israel
Kayu Rantingan, 14 Januari 2009